Takut merupakan salah satu emosi negatif yang dirasakan oleh manusia. Secara naluriah, rasa takut akan mendorong manusia untuk menjauh dari situasi yang membuatnya takut tersebut. Perilaku ini memiliki fungsi adaptif dimana biasanya situasi atau objek yang ditakuti oleh manusia dipersepsikan sebagai sumber bahaya dan mengancam eksistensi.

Rasa takut dapat bermacam-macam, mulai dari takut pada objek nyata seperti ular dan laba-laba, hingga rasa takut pada objek yang tidak nyata seperti rasa takut pada ketinggian dan pada ruangan yang sempit. Seiring berjalannya peradaban manusia, rasa takut manusia menjadi semakin beragam, seperti takut pada badut dan balon.

“…ketakutan-ketakutan tersebut pun diwariskan pada keuturunannya hingga sampai pada manusia zaman sekarang.”

Berdasarkan pada pandangan psikologi evolusi, rasa takut merupakan warisan leluhur kita. Ketakutan-ketakutan tersebut membantu para leluhur untuk bertahan hidup. Misalnya, ketakutan pada tempat yang tinggi membantu leluhur kita untuk menghindari tempat yang tinggi sehingga mereka tidak terancam bahaya terjatuh dan mati. Karena ketakutan-ketakutan tersebut terbukti dapat membantu leluhur kita untuk bertahan hidup, ketakutan-ketakutan tersebut pun diwariskan pada keuturunannya hingga sampai pada manusia zaman sekarang.

Secara umum, Buss (2012), seorang peneliti yang berfokus pada psikologi evolusi, merangkum rasa takut warisan leluhur yang umum dimiliki oleh banyak orang beserta perkiraan asal dari ketakutan tersebut.

  1. Takut terhadap ular, diasosiasikan dengan ketakutan akan gigitan yang berbisa.
  2. Takut kepada laba-laba, sama seperti ketakutan terhadap ular, rasa takut ini diasosiasikan dengan ketakutan akan menerima gigitan yang berbisa.
  3. Takut akan ketinggian, ketakutan ini berasal dari ketakutan pada kerusakan tubuh yang dialami ketika jatuh dari tebing atau pohon.
  4. Rasa panik, berasal dari persepsi bahwa akan ada predator atau manusia yang menyerang.
  5. Agoraphobia, berasal dari situasi ketika seseorang berada di situasi yang padat dan ramai sehingga ia tidak dapat melarikan diri.
  6. Phobia pada hewan kecil, berasal dari ketakutan leluhur pada hewan-hewan kecil yang berbahaya.
  7. Takut pada penyakit, berasal dari rasa takut akan tertular.
  8. Separation anxiety (rasa cemas saat berpisah dengan orang yang signifikan), berakar dari rasa takut akan kehilangan perlindungan dari orang yang dekat.
  9. Stranger anxiety (rasa cemas ketika bertemu orang asing), berasal dari luka atau cedera yang disebabkan oleh pria asing.
  10. Kecemasan sosial, berasal dari rasa takut akan kehilangan status atau dikucilkan dari masyarakat.
  11. Mating anxiety (rasa cemas untuk mencari pasangan), berasal dari ketakutan pada penolakan publik pada saat melakukan PDKT (pendekatan) pada calon pasangan.

Apakah kamu memiliki satu atau lebih dari daftar rasa takut di atas? Jangan khawatir kamu dipastikan tidak sendirian.

Rasa takut memang bersifat manusiawi, tetapi ketika rasa takut tersebut menjadi berlebihan dan tidak masuk akal, rasa takut tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Daftar Pustaka

Buss, D. M. (2012). Evolutionary psychology: The new science of the mind. 4th ed. Boston: Pearson.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here