Apakah kamu adalah orang yang berusia sekitar 20-an tahun dan sering mengalami kegagalan hubungan asmara? Jika iya, mungkin kamu perlu sejenak mengingat kembali bagaimana kehidupan kamu bersama ayah, ibu, dan saudara kamu, karena penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan antara kualitas hubungan asmara dengan kualitas hubungan dengan keluarga.

Dinero, Conger, Shaver, Widaman, & Larsen-Rife, (2008) menemukan bahwa orang yang memiliki kualitas hubungan yang positif dengan orang tua di masa remaja, juga memiliki kualitas hubungan asmara yang positif dengan pasangannya di masa dewasa. Hasil temuan tersebut didukung oleh penelitian dari Stern (2011).

Stern (2011) juga menemukan bahwa orang yang kurang memiliki hubungan positif dengan orang tuanya cenderung merasa malu untuk menunjukkan perasaan sayang dan kedekatan dengan pasangannya. Hal ini karena orang yang kurang memiliki hubungan positif dengan orang tuanya kurang menghargai hubungan kedekatan dengan orang lain sehingga mereka seringkali merasa kurang nyaman untuk membina hubungan yang lebih dekat (Stern, 2011).

Hubungan dengan saudara di lingkungan keluarga juga memberikan pengaruh pada hubungan asmara. Menurut Stern (2011), orang yang memiliki hubungan hangat dan positif dengan saudara juga cenderung memiliki hubungan asmara yang intim dan dekat dengan pasangannya. Hal ini karena ketika seseorang berinteraksi dengan saudaranya, sebenarnya ia sedang melatih keterampilan sosialnya, dan keterampilan tersebut selanjutnya diterapkan dalam kehidupan sosial sehari-hari dengan orang lain, termasuk dengan pasangan (Stern, 2011).

Selain itu, kualitas hubungan yang positif dengan saudara juga merupakan sumber dukungan seseorang dalam menjalani konflik-konflik hubungan asmara, sehingga dapat dikatakan bahwa orang yang memiliki hubungan positif dengan saudara cenderung sukses dalam membina hubungan asmaranya (Stern, 2011).

Nah, sekarang kamu bisa mengevaluasi sendiri apakah penyebab kegagalan cintamu ada kaitannya dengan hubunganmu dengan keluargamu. Ternyata ujaran “Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak” sangat tepat ya!

 

Oleh Hanief Kautsar

Daftar Pustaka

Dinero, R. E., Conger, R. D., Shaver, P. R., Widaman, K. F., & Larsen-Rife, D. (2008). Influence of family of origin and adult romantic partners on romantic attachment security. Journal of Family Psychology, 22(4), 622-632. doi:http://dx.doi.org/10.1037/a0012506

Stern, A. (2011). Sibling relationship quality, parent-child relationship quality, and their effects on adult romantic relationships (Order No. 3475816). Available from ProQuest Dissertations & Theses Global. (892091199). Retrieved from https://search.proquest.com/docview/892091199?accountid=17242

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here