Di era digital ini, hampir sebagian besar aktivitas anak dihabiskan dengan menonton TV, youtube maupun aktivitas “screen time” yang lainnya. Terkadang aktivitas ini memakan waktu lebih dari 3 jam dalam satu hari. Menurut studi, menonton TV atau “screen time“ dengan durasi yang lama berdampak buruk bagi anak.

Berikut ini adalah dua alasan mengapa telalu banyak menonton TV dan “screen time” buruk bagi anak.

  1. TV Mengurangi Interaksi

Tidak dipungkiri bahwa TV juga dapat menjadi media edukasi bagi anak, misalnya saja ketika TV menampilkan tayangan-tayangan edukatif bagi anak.  Namun konsekuensi lain dari menonton TV adalah minimnya interaksi anak dengan dunia luar.

Dalam sebuah penelitian yang dilansir psychology today, TV mengurangi jumlah dan kualitas komunikasi pada ibu dan anak. Ibu yang membacakan buku cerita bagi anaknya memiliki kualitas komunikasi yang lebih baik kepada anaknya dibandingkan dengan ibu yang hanya menemani anaknya menonton TV.

Ibu yang membacakan cerita bagi anaknya tidak hanya berbicara dan berkomunikasi lebih banyak kepada anaknya, namun juga mengunakan bentuk komunikasi yang lebih berkualitas seperti bertanya, melabel objek, dan merespon pertanyaan atau pernyataan dari anaknya.

Anak-anak bisa mendapatkan pelajaran dari orang-orang terdekatnya, bukan hanya dari televisi. Ketika orang tua berbicara langsung kepada anaknya, hal ini tidak hanya mengembangkan kemampuan bahasa saja namun mengajarkan nilai-nilai penting yang dianut  oleh orang tua.

  1. Hubungan antara TV dan Perkembangan Otak 

Menurut sebuah studi dari Universitas Tohoku di Jepang, terdapat perubahan struktur otak pada anak yang terlalu banyak menonton TV khususnya pada “grey matter” di bagian frontopolar cortex.

Scan MRI pada otak menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu lebih banyak di depan TV menunjukkan lebih banyak “grey matter” pada bagian frontpolar cortex sebuah area di otak yang terdapat di otak bagian depan.

Banyaknya volume “grey matter“ ini dikaitkan dengan hal yang negatif, yakni rendahnya kemampuan verbal. Dengan kata lain, menonton TV dan aktivitas “screen time” berpengaruh pada perkembangan neurokognitif anak.

Jadi Sobat, pastikan anak-anak lebih banyak aktivitas yang lain ya, selain menonton TV dan aktivitas “screen time” yang lain.  Jangan lupa bermain dan membaca buku.

 

Oleh Hapsari Kusumaningdyah
Sumber:

https://www.psychologytoday.com/blog/turn-tv/201110/the-real-reason-why-tv-is-bad-the-kids

http://kidshealth.org/en/parents/tv-affects-child.html

http://www.dailymail.co.uk/health/article-2537240/Children-watch-TV-damaged-brain-structures.html

https://www.psychologytoday.com/blog/mental-wealth/201402/gray-matters-too-much-screen-time-damages-the-brain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here