Sobat, kata Profesional sering terdengar dan familiar dikalangan para pekerja dan berbayar namun sering tertutup dalam lingkungan rumahtangga yang tidak berbayar. Definisi Profesional adalah pekerja yang menjalankan profesi yang dia lakukan. Dalam menjalankan tugas profesi tersebut, para profesional harus bertindak objektif. Mudahnya adalah bekerja sesuai profesinya dengan sebaik mungkin. Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang dalam bahasa Yunani adalah “Επαγγελια”, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”. (Wikipedia)

“Untuk menghindari urusan anak, anak dikursuskan dari sore sampai malam…”

Terlihat dari makna katanya, tidak membatasi berbayar atau tidak berbayar, maka ada profesi sebagai karyawan, pebisnis, ilmuwan, dan lain-lain. Bagi yang berkeluarga ada tambahan profesi sebagai kepala rumah tangga, ibu rumah tangga. Tambahan profesi dalam rumah tangga, misalnya sebagai pendidik anak, tidak bisa dihindari atau ditolak. Dan yang sering dilupakan adalah profesi sebagai ciptaan Tuhan, Pencipta Alam Semesta.

Ada kasus ibu pekerja menyatakan tidak bisa mendidik anaknya karena tidak ada waktu atau capek bekerja. Untuk menghindari urusan anak, anak dikursuskan dari sore sampai malam sehingga anak capek dan langsung tidur. Ada bapak yang menyatakan tugasnya cari uang saja untuk keluarganya. Ironis sekali. Ketika memutuskan untuk berkeluarga, perlu menyadari adanya profesi tambahan yang otomatis mengikutinya. Membagi waktu antara bekerja dan rumahtangga seringkali sulit dilakukan di tengah kemacetan dan kecapekan. Masalah di rumah terbawa ke kantor atau sebaliknya, masalah di kantor terbawa ke rumah sehingga mengganggu profesionalitas.

Namun sobat tidak perlu galau, bukan kuantitas tapi kualitas yang perlu diraih. Dengan waktu yang sedikit, bagaimana tetap profesional dalam dua bidang yaitu pekerjaan dan rumah tangga? Berikut ini adalah tips menjaga agar tetap profesional,

  1. Menempatkan diri sesuai waktunya, fokus dengan profesinya, ketika bekerja berprofesi sesuai pekerjaannya, kembali ke rumah berprofesi sebagai ayah/ibu, suami/istri.
  2. Bekerja sebaik mungkin, seperti melakukan untuk Tuhan. Karakter bekerja sebaik mungkin membuat tidak ada penundaan pekerjaan sehingga tidak membawa pekerjaan ke rumah atau perkara rumah ke kantor.
  3. Jujur. Input dari orang lain membuat profesionalitas tetap terjaga baik, sehingga bisa memperbaiki diri ke arah yang lebih baik dalam bekerja maupun rumah tangga.
  4. Belajar sesuai profesi dalam kehidupan, sehingga menambah pengetahuan, pemahaman dan kebijaksanaan untuk mengembangkan profesinya.
  5. Berkomunikasi. Komunikasi yang bersifat dua arah memberikan pengenalan lebih dalam antara satu orang dengan orang lain.
  6. Bekerja sama. Kerja tim, baik di kantor maupun di rumah membantu pekerjaan cepat terselesaikan dan meningkatkan kedekatan serta rasa memiliki.
  7. Kreatif dan inovatif. Kerja secara smart menghemat waktu dalam bekerja sehingga tidak mengulang-ulang kesalahan, baik di kantor maupun di rumah.
  8. Menyelesaikan masalah secepat mungkin. Selalu ingat bahwa pisau menajamkan pisau, sesama menajamkan sesama. Permasalahan selalu bertujuan untuk mendewasakan seseorang dalam bersikap dan bertindak. Hal yang terpenting, sebelum matahari terbenam/ganti hari usahakan masalah sudah tersolusikan.

Tips di atas membantu sobat untuk tetap konsisten dan berkomitmen dalam bersikap profesional di semua bidang kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here