Mengerjakan pekerjaan kapanpun dan dimanapun dapat dikatakan sebagai dambaan para pekerja. Terlebih jika para pekerja tidak perlu merasakan berdesakan dalam transportasi umum atau mengalami kemacetan untuk bekerja ke kantor.

Salah satu penyelesaian yang semakin hari digemari perusahaan adalah membangun tim virtual. Walaupun tim hanya bertemu di dunia maya, namun tim ini dinyatakan tetap dapat mencapai tujuan pekerjaan yang telah ditetapkan.

Tim virtual ini juga dapat menjadi solusi untuk melakukan kolaborasi lintas negara dalam mengerjakan suatu proyek. Lepsinger (2015) memberikan contoh perusahaan yang memanfaatkan adanya tim virtual, seperti SAP, IBM dan GE yang mengelola puluhan ribu karyawannya melalui tim virtual di berbagai belahan dunia.

Namun tidak semua tim virtual dapat berhasil dan produktif. Beberapa ulasan menjelaskan bahwa salah satu kunci utama keberhasilan tim virtual adalah rasa kepercayaan (trust).

Riset menunjukan bahwa kepercayaan mempengaruhi kolaborasi tim, dimana kolaborasi tersebut akan mempengaruhi efektivitas tim maya (tim virtual) (Alsharo, Gregg, & Ramirez, 2017). Untuk itu semakin tinggi kepercayaan maka akan semakin baik kolaborasi yang kemudian akan meningkatkan efektivitas kerja tim virtual.

Selain itu gaya kepemimpinan juga berperan dalam suksesnya tim virtual. Gaya kepemimpinan konvensional dan transaksional akan sulit diterapkan dalam tim virtual.  Meyer (2010) menyatakan bahwa tim virtual membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda.

Menurut riset Hoch dan Kozlowski (2014) gaya kepemimpinan terdistribusi (shared leadership) lebih baik dibandingkan gaya kepemimpinan konvensional. Gaya kepemimpinan terdistribusi ini memberi kesempatan pada anggota tim untuk dapat saling memberikan masukan dan mengambil keputusan. Karena dasar dari gaya kepemimpinan ini adalah rasa tanggung jawab dan kepercayaan yang tersebar secara merata pada semua anggota tim.

Dengan demikian keberhasilan tim virtual tidak hanya sebatas menyepakati tujuan yang harus dicapai,  tetapi rasa percaya, saling bekerja bersama dan mendukung adalah dasar dari produktivitas tim virtual. Selain itu tidak bisa dipungkiri bahwa fasilitas yang mendukung, seperti perangkat elektronik dan jaringan internet juga menjadi faktor yang penting.

Oleh Indah Suciati

Baca juga:
Tim Virtual Sangat Menguntungkan Bagi Perusahaan, Tapi…
Kenapa Mempunyai Tim Virtual Menguntungkan untuk Perusahaan

Daftar Pustaka

Alsharo, M., Gregg, D., Ramirez, R. (2017). Virtual team effectiveness: The role of knowledge sharing and trust. Information & Management, 54(4), 479-490.

Hoch, J. E. & Kozlowski, S. W. J. (2014). Leading virtual teams: hierarchical leadership, structural support, and shared team leadership. Journal of Applied Psychology, 99(3), 390-403.

Lepsinger, R. (2015, April 17) 3 Companies with High-performing Virtual Teams. Diakses pada 18 Juli 2017 dari https://www.linkedin.com/pulse/3-companies-high-performing-virtual-teams-rick-lepsinger.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here