Setuju gak kalau persahabatan merupakan aspek fundamental kehidupan sehari-hari kita? Ketika kamu bingung mau hang out dengan siapa, ketika kamu nangis Bombay karena diputusin pacar, atau ketika berantem sama orang tua, siapa yang selalu hadir? Pasti Sahabat kamu! Orang bijak bilang, dari persahabatan kita akan mendapatkan dukungan dikala suka dan duka. Melalui pesahabatan juga kita mendapat ketenangan menghadapi berbagai situasi, hingga menemukan arti hidup. Nah, kalau sahabatan dengan mantan gimana? Apakah kamu bisa nyaman kalau bersahabat dengan mantan?

Beberapa orang merasa berteman dengan mantan adalah hal yang baik dan perlu dilakukan, karena katanya silaturahmi harus dijaga. Namun ada juga yang sulit melakukannya dan memilih untuk menghapus semua tentang mantan. Katanya “daripada capek dengerin curhat mantan tentang pacar barunya, mending gak usah tau sama sekali tentang kehidupan mantan”. Alhasil Nomor HP mantan pun dihapus, facebook di unfriend, instagram di unfollow, whatsapp di block, dan strategi lainnya agar terbebas dari kenangan mantan.

Eits, Sabar Sob! Stay Calm and no Baper, ya! Karena ternyata ada fakta menarik, lho dari psychology today, kenapa seseorang bisa bersahabat dengan mantannya. Yuk check this out!

  1. Security (Keamanan)

Setuju kan kalau persahabatan itu membuat kita merasa aman? Nah, ternyata bukan hal yang mengejutkan juga bahwa faktor security adalah kunci seseorang untuk tetap berteman dengan mantannya (Griffifth et al., 2017). Mungkin saja, ketika dulu masih pecaran, kalian banyak menghabiskan waktu bersama, berbagi cerita, dan saling percaya satu sama lain sehingga membuat kamu merasa aman dan nyaman bersama dia. Nah, ketika hubungan romantis kamu berakhir, dia atau kamu tidak ingin kehilangan hal tersebut. Emosi positif inilah yang menjadi alasan utama bagi seseorang untuk tetap menjalin hubungan baik dengan mantan (Mogilsky & Welling, 2016). Selain itu, dukungan emosi yang positif, kenyamanan, dan keterhubungan adalah motivasi kuat yang dapat membuat kamu dan mantan tetap menjaga hubungan baik, lho.

  1. Practical reason (Alasan Praktis).

Udah jangan Baper lagi dong, hehehe. Lupakan tentang emosi dulu ya. Terkadang, seseorang tetap berteman baik dengan mantan karena alasan pragmatis. Seems like friend with benefit. Yes. Alasan inilah yang membuat mantan kamu masih tetap ingin temenan baik karena gak ingin kehilangan manfaat dari kehadiran kamu, Sob. Seperti materi, hadiah, makanan, atau power yang kamu miliki (Mogilski & Welling, 2016). Atau alasan lain yang berkaitan dengan kepemilikan bersama, seperti menjaga hubungan dengan teman yang jadi teman kamu sekaligus teman dia, atau menjaga hal yang menjadi miliki bersama, seperti anak dan peliharaan. Nah, menurut penelitian Griffith et al., (2017), persahabatan dengan alasan praktikal seperti ini tidak akan bertahan lama, tetapi tetap berpengaruh positif terhadap diri kamu, kok.

  1. Civility (Jaga Perasaan).

Mungkin kamu gak berniat untuk temenan sama mantan, tapi kamu ingin menghargai perasaan mantan kamu dengan menjaga silaturahmi. Hal ini merupakan alasan logis untuk menjaga persahabatan dengan mantan (Griffith, et al., 2017). Bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki kecemasan tinggi terhadap keterikatan (attachment), mungkin akan lebih mudah menjadi teman daripada terlibat dalam pertengkaran tak berujung ketika menjalani hubungan romantis.

  1. Unresolved attraction (Masih Memendam Rasa).

Nah, hal ini mungkin tidak berakhir dengan baik, tapi kebanyakan dari kita tetap menjalin hubungan baik dengan mantan karena masih memiliki “perasaan” kepada mantan (Mogilski & Welling, 2016). Mantan kamu tetap ingin berteman dengan kamu, karena masih ingin bersama kamu meskipun hubungan kalian sudah tidak seperti dulu lagi, atau mantan kamu tidak bisa merelakan jika kamu jadian dengan orang lain.

Okay Sob, itu tadi beberapa fakta menarik kenapa mantan kamu saat ini masih menjalin hubungan baik dengan kamu. Apapun alasannya, menjalin persahabatan dengan mantan bukanlah hal mudah, tapi kamu gak sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan dari kita (lebih dari 60%) berteman baik dengan minimal salah satu mantan yang pernah mengisi kehidupan kita. Selain itu, sekitar 20% diantaranya menjalin hubungan baik dengan lebih dari satu mantannya (Griffifth et al., 2017). Nmaun percayalah bahwa memilih untuk tetap menjalin hubungan baik dengan mantan tentunya akan meningkatkan kedewasaan kamu dalam menjalin hubungan asmara.

Rederensi

Griffith, R.L., Gillath, O., Zhao, X., & Martinez, R. (2017). Staying friends with an ex-romantic partner: Predictors and outcomes. Personal Relationships, advanced online publication.

Mogilski, J. K., & Welling, L. L. (2017). Staying friends with an ex: Sex and dark personality traits predict motivations for post-relationship friendship. Personality and Individual Differences, 115, 114-119.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here