Salah satu kutipan dari buku clinical psychology oleh Phares (Phares, clinical psychology, 6th edition) menyebutkan bahwa “Dukungan sosial secara fisik terbukti meningkatkan rentang hidup seorang penderita penyakit kronis sekalipun”

Memang benar attachment alias kedekatan secara fisik tak bisa dibohongi sangat memengaruhi semangat hidup alias daya juang hidup seseorang. Beberapa hasil penelitian teman sejawat juga banyak menuturkan hal tersebut. Keluarga merupakan faktor utama penentu cepatnya proses penyembuhan seorang pasien penyakit kronis. Jika ingin bercerita, saya juga saat ini sebenarnya sedang dihadapkan pada situasi dimana kakak dari ibu saya sedang sakit dan sangat membutuhkan dukungan fisik dari orang-orang terdekat. Walaupun baru beberapa hari menjaga maktanga (sebutan kakak ibu saya), tetapi saya bisa memberikan beberapa hal yang mungkin bisa membantu kamu yang sedang dalam keadaan ini juga. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mereka:

  1. Hal pertama “ingat bahwa kamu bukanlah tim medis, perawat, dokter ataupun dokter spesialis sekalipun”

Karenanya kamu tidak perlu membahas diagnosa kepada pasien yang kamu temani. Ajaklah mereka mengenang cerita-cerita menyenangkan dan lucu yang membuat mereka melupakan keadaan mereka saat ini.

  1. Hal kedua “lakukan semua permintaan yang diinginkan oleh keluargamu yang sakit tersebut”

Mungkin jika kamu masih dalam rentang usia muda, menjadi caregiver alias penjaga adalah hal yang mungkin sangat diluar dari logikamu. Mungkin kamu akan sering mengeluh dan banyak menunjukkan ekspresi jengkel dengan segala permintaan si keluargamu yang sakit. Misalnya dia ingin minum dengan sedotan padahal masih bisa minum langsung tapi mau ga mau kamu harus cari sedotan. Nah, jangan buntu ide. Kamu bisa minta bantuan dengan perawat di setiap lantai untuk meminta mereka menyediakan sedotan dan memberikannya padamu. Atau bisa juga ada kejadian keluarga yang sakit ingin makan sesuatu dan kebetulan tidak disediakan di rumah sakit maka kamu harus bertanya pada perawat dan jika diijinkan belikan saja dan biarkan ia mencicipinya walaupun satu sendok saja.

  1. Hal ketiga “selalu ajak dia berkomunikasi dengan keluarga lainnya”

Sekarang kita sudah masuk era digital dan pastinya sudah ada berbagai aplikasi yang bisa mempermudah akses komunikasi kita. Ada video call ataupun telfon gratis yang pastinya bisa membuat orang-orang jauh dari si pasien berasa semakin dekat dengan pasien dan otomatis ini jadi faktor buat dia semangat menjalani fase pengobatan karena dia tau bahwa DIA SEDANG DIRINDUKAN OLEH BANYAK ORANG.

  1. Hal keempat ” kamu juga jangan sampai harus kehilangan waktu me time kamu”

Misalnya saat pasien tidur, ya kamu sebaiknya juga istirahat atau misalnya saat pasien sedang tidur karena pengaruh obat maka kamu bisa mencuri waktu berkomunikasi dengan teman, saudara, atau pacar ataupun pasangan kamu (buat yang belum ada jangan malah baper ya). Kamu juga bisa tetap menyelesaikan skor game online kamu jika memang ada waktu dimana kamu bisa free dan bisa me-time sama dirimu sendiri. Sekedar turun ke kantin atau supermarket terdekat buat beli minuman segar atau es krim bisa tetap kamu nikmati kok.

  1. Hal kelima “sentuhan fisik jika dibutuhkan”
Pelukan dan pegangan yang erat saat masa-masa kritis sangat dibutuhkan oleh pasien.

Jika misalnya kamu sangat merasa tidak tahan melihat kondisi pasien, kamu bisa saja selalu memberikan pelukan kepadanya saat ia bangun tidur atau sebelum tidur atau saat sebelum dokter melakukan tahapan pengobatan lainnya. Pelukan dan pegangan yang erat saat masa-masa kritis sangat dibutuhkan oleh pasien, loh! Karenanya jangan ragu untuk melakukan sentuhan fisik. Lupakan karena kondisi pasien yang mungkin belum mandi dan ada bau dari obat-obatan. Yakinlah bahwa kehadiranmu di saat masa seperti ini adalah hal terpenting untuk ia tetap berjuang hidup kedepan.

Sedikit curcol dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman usia muda yang akan dan mungkin sedang dalam kondisi harus menjaga keluarga yang sedang mengalami penyakit kronis dan mengharuskan stay di rumah sakit dalam rentang waktu yang lama.

Tapi yakinlah bahwa setiap penyakit ada obatnya. Berdoa dan berserah diri pada yang kuasa adalah hal yang bisa kita andalkan saat kondisi ini.

Happy for being caregiver, guys!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here