Apakah kamu pernah merasa cemas? Bagi sebagian orang, perasaan cemas selalu menghantui mereka kapanpun dan dimanapun mereka berada, terutama bagi mereka yang memiliki anxiety atau tingkat kecemasan yang tinggi. Tak jarang hal ini malah menjadi gangguan kesehatan mental yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Namun, tahukah kamu tingkat kecemasan tertentu justru dapat bermanfaat meningkatkan kinerja kita?

Kecemasan yang terlalu tinggi tentu sangat menganggu kinerja kita. Misalnya ketika kita sangat khawatir mengenai ujian besok sehingga kita menjadi tidak fokus belajar, atau ketika kita sangat cemas ketika kita presentasi di depan bos sehingga membuat kita sering salah bicara dan membuat presentasi menjadi berantakan. Selain itu dari sisi medis, kecemasan yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan jasmani kita, misalnya dapat menimbulkan gangguan jantung, lambung, dan lain-lain.

Kecemasan yang terlalu rendah atau bahkan tidak merasakan cemas juga dapat merugikan kita. Misalnya ketika kita tidak mencemaskan deadline pekerjaan yang harusnya diselesaikan besok, kita tentu tidak akan segera memulai pekerjaan kita. Ketika kita tahu bahwa waktu hampir habis, baru kita buru-buru untuk menyelesaikan pekerjaan kita dan membuat hasil pekerjaan kita menjadi tidak maksimal.

“…seiring dengan meningkatnya kecemasan, kinerja kita justru semakin menurun.”

Lalu tingkat kecemasan seperti apa yang menguntungkan bagi kita? Tingkat kecemasan tertentu kita perlukan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita atau aktivitas-aktivitas lain sehari-hari. Tingkat kecemasan tersebut dijelaskan dalam Optimum Arousal Theory yang diperkenalkan oleh Yerkes dan Dodson. Teori tersebut menyebutkan bahwa tingkat kecemasan yang moderate, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, dapat meningkatkan performa kita. Hubungan antara tingkat kecemasan dan kinerja dapat dijelaskan dengan grafik berikut ini.

Dalam grafik tersebut dapat dilihat bahwa seiring meningkatnya kecemasan kita, kinerja kita juga akan meningkat. Namun sampai titik kecemasan tertentu yaitu di titik kecemasan optimum, seiring dengan meningkatnya kecemasan, kinerja kita justru semakin menurun.

Berdasarkan grafik tersebut, sangat penting bagi kita untuk menjaga tingkat kecemasan kita di taraf optimum atau moderate. Apabila kecemasan kita terlalu tinggi, kita bisa menurunkan kecemasan kita dengan berbagai macam teknik, misalnya teknik relaksasi. Apabila kecemasan kita terlalu rendah, kita bisa melakukan usaha misalnya dengan mengingatkan diri kita mengenai urgensi dan konsekuensi pekerjaan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here