Oleh Cut Maghfirah Faisal*

Kasus bunuh diri semakin marak belakangan ini. Artikel sebelumnya telah mengulas alasan mengapa seseorang memilih untuk melakukan bunuh diri (Klik di sini untuk mengakses artikel sebelumnya). Berdasarkan artikel tersebut, gejala depresi merupakan isu kesehatan mental yang paling umum dialami oleh orang yang meninggal akibat bunuh diri. Kita bisa lho, “menyelamatkan” orang-orang di sekitar kita dari bunuh diri.

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah dengan mendengarkan mereka, hadir untuk mereka, dan tidak memberikan penilaian buruk pada mereka. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, orang yang memiliki keinginan untuk bunuh diri biasanya memiliki masalah hidup yang berat. Oleh karena itu, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah dengan mendengar segala keluh kesah yang mereka rasakan.

Awalnya, dengarkan saja mereka, tidak perlu mencampuri urusan mereka. Setelah mereka bercerita, ungkapkan rasa empati dan terima kasih kita kepada mereka: “Aku tahu sulit bagi kamu untuk bercerita, jadi aku sangat berterima kasih kepada kamu karena kamu sudah bersikap berani dan menceritakan semuanya kepadaku. Aku sadar aku tidak bisa sepenuhnya memahami apa yang kamu rasakan, tetapi aku bisa memastikan bahwa aku akan selalu ada buatmu”.

Setelah mereka meluapkan seluruh perasaannya, kita dapat mencoba meyakinkan mereka bahwa masalah yang mereka hadapi merupakan sebuah tahapan, bukan suatu kondisi permanen. Kita dapat mengajak yang bersangkutan untuk membahas alternatif solusi apa saja yang telah ia coba dan alternatif solusi apa yang mungkin dapat ia lakukan.

Sebagian besar orang akan terdorong untuk menceramahi orang yang ingin bunuh diri dengan membawa isu agama. Well faktanya, sebagian besar orang yang ingin melakukan bunuh diri sudah mengetahui hal tersebut dan memilih untuk mengabaikannya. Dengan menceramahi mereka, mereka akan semakin merasa bahwa tidak ada orang yang memahami mereka. Mengingatkan agama dan dampak dari perbuatan mereka boleh saja dilakukan jika orang yang bersangkutan sudah berada dalam keadaan emosional yang lebih stabil.

Tentunya akan sangat baik jika kita sendiri dapat “menyelamatkan” orang yang ingin bunuh diri. Akan tetapi jika kondisi orang tersebut tidak kunjung membaik atau hanya untuk sekedar berjaga-jaga, kita dapat merujuk orang tersebut ke tenaga ahli kesehatan mental, seperti psikolog (or you can reach via HaiSobat too!).

Lalu, apa yang mesti kita lakukan jika orang yang bersangkutan sudah “terlanjur” melakukan bunuh diri? Klik di sini untuk menyimak ulasannya!

*penulis saat ini merupakan mahasiswa Magister Profesi Psikologi Klinis Dewasa Universitas Indonesia

Baca juga:
Inilah Alasan Kenapa Seseorang Memilih untuk Bunuh Diri
Berikut Ini Cara yang Pantas untuk Menyikapi Fenomena Bunuh Diri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here