Nah, setelah di artikel sebelumnya kamu tahu gimana caranya mengendalikan diri jika mengalami emosi negatif, pertanyaannya sekarang gimana kalau kamu ngadepin orang yang merasa sedih di kantor?

Kesedihan merupakan emosi yang paling tidak dapat diterima di organisasi lho. Bekerja dengan orang yang sedih/murung dapat menurunkan antusias dan mengikis semangat kerja karena pegawai yang sedih menampilkan dorongan yang lemah dan kehilangan minat terhadap berbagai hal. Hal ini pun dapat berujung pada penurunan produktivitas, lho.

Pegawai yang bekerja dalam kondisi yang sedih cenderung menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak produktif, seperti datang terlambat, pulang lebih awal, menghindari pertemuan yang berpotensi tidak menyenangkan, mudah menyerah, mencari-cari pekerjaan di luar kantor, memperbesar peluang untuk bisa bekerja secara remote, serta memutuskan untuk keluar dari perusahaan (Person, 2017). Dan ketika kesedihan tersebut sudah terlalu mendalam, maka mereka akan bersikap apatis.

Berikut ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan ketika bawahan atau rekan kerja kamu sedang mengalami emosi sedih.

  1. Be Present (menghadirkan diri)

Kesedihan biasanya diikuti oleh perasaan terisolasi. Ketika berhadapan dengan pegawai yang mengalami kesedihan, jangan pernah sampaikan bahwa kamu mengetahui apa yang mereka rasakan atau membandingkan kesedihan yang mereka alami dengan yang kamu alami. Cerita atau contoh yang kamu sampaikan belum tentu relevan, Sob!

Terutama ketika kamu dihadapkan pada pegawai yang sedang mengalami kesedihan mendalam, seperti kehilangan orang kesayangan, biasanya mereka akan cenderung tidak bersedia melakukan apapun dan menolak terhadap intervensi apapun.

Bantulah mereka untuk menyelesaikan pekerjaan yang prioritasnya tergolong rendah agar mereka dapat fokus mengatasi kesedihan mereka. Berikan waktu bagi mereka untuk mengatasi kesedihannya dengan cara mereka sendiri dengan memberikan waktu untuk cuti, waktu kerja yang lebih pendek, dan mengizinkan mereka untuk bekerja secara remote.  Dan jangan lupa ya, siapkan rencana untuk melakukan alih tugas mengenai tanggungjawabnya kepada rekan kerjanya.

  1. Tunjukkan kedewasaan kamu sebagai atasan.

Banyak atasan mengakui bahwa mereka mengalami kebingungan ketika ada pegawai yang datang kepada mereka berada dalam kondisi menangis. Tentu saja hal ini bukanlah reaksi yang banyak membantu. Nah, untuk meningkatkan keterampilan kamu dalam menangani emosi sedih di kantor, mulailah dari menerima bahwa menangis adalah cara yang wajar untuk mengekspresikan emosi negatif. Berikan waktu yang cukup bagi pegawai untuk bekerja dengan perasaan sedih yang ia alami dan gunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung perasaannya.

Menurut penelitian, pegawai yang menyampaikan dan menuliskan pengalaman personal mereka tentang emosi sedih di kantor cenderung lebih fokus pada sikap dan perilaku pimpinannya. Jika pimpinan berhasil membantu pegawai melewati masa-masa sulit ini dengan cara yang dewasa mengarahkan mereka untuk melakukan perbaikan diri, maka pegawai akan cenderung melakukan hal yang sama ketika rekan kerja atau bawahannya mengalami hal yang serupa. Bahkan mereka akan lebih bersedia untuk berkontribusi di organisasi dan bersedia berkembang dengan lebih profesional karena pegawai mendapatkan inspirasi dan teladan dari atasannya.

Nah itu Sob, beberapa langkah yang bisa kamu lakukan ketika Emosi Sedih menggerogoti kamu di tempat kerja dari pengalaman dan risetnya Pearson (2017) ya. So, be smart Ya Sob!

Baca juga:
Pentingnya Mengelola Emosi Negatif di Lingkungan Kerja
Cara Cerdas Menghadapi Emosi Negatif di Tempat Kerja
Cara Cerdas Menghadapi Emosi Marah di Tempat Kerja
Cara Cerdas Menghadapi Emosi Takut di Tempat Kerja

Referensi

Pearson, Christine. M .(2017). The Smart Way to Respond to Negative Emotions at Work. Spring. Vol. 58. No.3. MITSloan. Management Review.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here