Oleh Cut Maghfirah Faisal*

Akhir-akhir ini, kasus bunuh diri marak menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Banyak yang menanggapinya dengan prihatin, banyak pula yang mengecam. Padahal tanpa kita sadari, respon kita terhadap fenomena tersebut sangat berpengaruh bagi bagi korban dan orang-orang di sekitarnya. Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk merespon fenomena ini? Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah dengan memahami alasan kenapa seseorang memilih untuk melakukan bunuh diri. Artikel sebelumnya telah mengulas alasan tersebut dari sudut pandang isu kesehatan mental (Klik di sini untuk mengakses artikel tersebut).

Selanjutnya, kita dapat menjadi agen “penyelamat” untuk mencegah orang-orang di sekitar kita melakukan bunuh diri. Artikel sebelumnya juga telah mengulas cara-cara menanggapi orang yang ingin melakukan bunuh diri (Klik di sini untuk mengakses artikel tersebut).

Lalu, apa yang bisa kita lakukan jika orang tersebut terlanjur melakukan bunuh diri?

Jika orang yang melakukan bunuh diri merupakan orang yang kita kenal di dunia nyata, perlakukan lah dia sebagaimana kita memperlakukan orang yang meninggal dunia. Kunjungi rumahnya atau makamnya, ungkapkan bela sungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan. That’s it. Tidak perlu terlalu mengungkit penyebab kematian yang bersangkutan, kecuali jika keluarganya sendiri yang memunculkan topik tersebut.

Jangan sekali-sekali mengungkit masalah dosa dan neraka. Again, mereka sudah mengetahui hal itu, dan menyebutkan lagi hal tersebut tidak akan membuat kondisi menjadi lebih baik. Prinsip yang sama juga berlaku jika kita tidak mengenal orang yang bersangkutan secara langsung. Ungkapkan rasa bela sungkawa atau tidak memberi komentar apapun sama sekali! (Terutama di media sosial). Kalau kamu tidak punya sesuatu yang baik untuk dikatakan, lebih baik diam saja.

Hal yang terpenting, tumbuhkan empati pada keluarga korban. Bayangkan misalnya korban adalah anggota keluargamu. Tentu kamu ingin melepas kepergiannya dengan damai kan?

*penulis saat ini merupakan mahasiswa Magister Profesi Psikologi Klinis Dewasa Universitas Indonesia

Baca juga:
Inilah Alasan Kenapa Seseorang Memilih untuk Bunuh Diri
Cara “Menyelamatkan” Orang yang Ingin Bunuh Diri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here