“Ah, kamu tidak peka padaku!” Seringkali kalimat tersebut terucap dari wanita kepada pacarnya. Apakah kamu juga pernah mengucapkan kata-kata tersebut? Benarkah laki-laki tidak peka terhadap pasangannya?

Faktanya, kepekaan laki-laki terhadap emosi meningkat ketika ia dihadapkan pada situasi yang memancing perasaan cinta. Situasi tersebut bisa jadi situasi ketika dia berhadapan dengan orang yang dicintainya, ketika mengingat masa-masa romantis dengan orang yang dicintainya, bahkan ketika ia membayangkan nama orang yang dicintainya.

Menurut penelitian Wlodarski dan Dunbar (2014), ketika dihadapkan pada situasi yang memancing perasaan cintanya kepada pasangannya, laki-laki menunjukkan peningkatan pada kemampuan mengenali emosi seseorang. Penelitian ini dilakukan dengan menampilkan foto wajah yang telah dipotong sehingga hanya terlihat mata saja, kepada partisipan. Partisipan kemudian diminta menyebutkan emosi apa yang ditampilkan oleh mata tersebut.

Partisipan menjalankan tugas tersebut sebanyak dua sesi. Sebelum melakukan tugas tersebut, pada sesi pertama, partisipan dipancing perasaan cintanya dengan ditampilkan foto pacarnya dan diminta untuk mengingat masa-masa romantis dengan pacarnya. Pada sesi kedua, partisipan hanya ditampilkan salah satu teman biasanya dan diminta mengingat masa-masa dengan temannya tersebut.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa partisipan mampu mengenali lebih banyak emosi dengan benar setelah mereka dipancing perasaan cintanya. Hal ini menunjukkan bahwa kepekaan partisipan dalam mengenali emosi meningkat ketika ia merasakan cinta. Alasan dari fenomena tersebut adalah ketika laki-laki dipancing perasaan cintanya, segenap pikirannya tercurah sehingga ia berhasil menggunakan segenap pikirannya tersebut untuk mengenali emosi. Implikasi praktisnya, laki-laki dapat lebih gampang mengenali keinginan dari orang yang dicintainya.

Ternyata merasakan cinta bagi pria sangat bermanfaat untuk membantu mereka mengenali emosi. Secara tidak langsung, hal ini juga bermanfaat bagi para wanita juga. Jadi sebagai wanita, yuk terus memberikan cinta pada pasangan kita, supaya mereka dapat semakin peka!

Referensi

Wlodarski, R., & Dunbar, R. I. M. (2014). The effects of romantic love on mentalizing abilities. Review of General Psychology, 18(4), 313-321. doi:http://dx.doi.org/10.1037/gpr0000020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here