Mana yang lebih dulu ada: telur atau ayam? Pertanyaan ini dapat kita gunakan sebagai analogi untuk menjelaskan fenomena pemikiran ekstremis, lho! Bagaimana bisa?

Apakah kamu pernah bertemu dengan seseorang yang memiliki keyakinan ekstrem terhadap suatu hal? Misalnya memiliki keyakinan terhadap paham liberal yang kuat atau keyakinan terhadap paham konservatif yang kuat. Sepertinya membahas tentang paham liberal dan konservatif terlalu berat ya! Mari kita membahas tentang isu yang ringan saja, mengenai telur dan ayam.

Mari kita andaikan saja ada dua kelompok politik dengan pandangan ekstrem: kelompok politik pertama memiliki keyakinan bahwa “Telur lebih dulu ada daripada ayam”, kelompok politik kedua memiliki keyakinan bahwa “Ayam lebih dulu ada daripada telur”. Dengan argumen mereka masing-masing, kedua kelompok politik ini memiliki basis massa yang sama-sama kuat.

Di kehidupan sehari-hari masyarakat, setiap orang memiliki pandangan mereka masing-masing mengenai telur atau ayam kah yang lebih dulu ada. Pemikiran mereka memiliki kadar ekstremitas masing-masing; ada yang sangat bersikeras, ada pula yang masih ragu-ragu, tapi secara umum setiap orang sudah mengambil posisi terhadap isu telur vs ayam tersebut.

Orang-orang yang memiliki pandangan yang jelas dan kuat tentang isu tersebut, akan cenderung memilih untuk bergabung dengan kelompok politik yang memiliki pandangan yang sama terhadap isu tersebut. Artinya, orang yang meyakini bahwa telur datang lebih dulu daripada ayam, akan lebih cenderung lebih bersedia bergabung dengan kelompok politik pertama.

McMahon & McMahon (1986) dalam buku klasik Psychology: The Hybrid Science, menjabarkan bahwa pandangan seseorang terhadap suatu isu akan menjadi semakin kuat ketika ia bergabung ke dalam kelompok yang memiliki pandangan yang sama, karena orang tersebut lebih terlibat secara emosional dalam isu tersebut. Dalam contoh kita, apabila orang yang memiliki keyakinan bahwa telur datang lebih dulu daripada ayam benar bergabung dengan kelompok politik pertama, maka keyakinannya bahwa telur lebih dulu daripada ayam akan semakin menguat dan susah digoyahkan.

Sekarang coba gunakan analogi tersebut untuk menjelaskan isu-isu politik, hingga terorisme. Menarik bukan?

Daftar Pustaka

McMahon, F. B., & McMahon, J. w. (1986). Psychology: The Hybrid Science. 6th ed. Chicago: The Dorsey Press.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here